Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun – Jakarta, CNBC Indonesia – Penerapan Tarif Efektif Pusat (TER) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 mulai berlaku mulai 1 Januari 2024. UU TER ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023.

Dikutip dari akun Departemen Umum Pajak @ditjenpajakri di Instagram, tujuan diterbitkannya peraturan ini adalah untuk menyederhanakan penghitungan PPh pasal 21 dalam sistem Pajak Efektif (TER).

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

Sedangkan dasar penghitungan PPh 21 mengacu pada tarif dalam Pasal 17 ayat 1 huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan dan kemudian tarif harian dan bulanan yang sesuai.

Pajak Penghasilan Pasal 25

Menurut Direktorat Jenderal Pajak, penghitungan baru Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 dinilai kurang memberikan pembatasan bagi pegawai. DJP mengklarifikasi, penerapan penghitungan pajak dengan menggunakan tarif efektif (TER) semata-mata bertujuan untuk menyederhanakan penghitungan.

“Dengan penerapan pajak ini tidak menimbulkan beban pajak baru,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwi Astuti dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (29/1/2024).

Pasal 13 PMK 168 Tahun 2023 mengarahkan syarat-syarat terkait penerapan standar dan standar Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) yang tepat untuk memudahkan pemotongan penghitungan pada pasal 21 PPH. Selain itu, harganya masuk akal. disebutkan meliputi tarif efektif bulanan dan tarif efektif harian.

Dalam sistem penghitungan pemotongan PPh Pasal 21 yang menggunakan standar efisiensi dan standar Pasal 17 ayat (1) huruf a UU Pajak Penghasilan, Dwi mengatakan penggunaan jumlah bulanan untuk pegawai tetap misalnya, hanya digunakan dalam penghitungan Pasal 21 -PPh setiap masa pajak, kecuali masa pajak terakhir. Sedangkan penghitungan PPh Pasal 21 pada masa pajak terakhir menggunakan ketentuan Pasal 17 ayat (1) UU Pajak Penghasilan.

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pasal 21 (pph 21)?

Dalam aturan tersebut, menurut Dwi, pemerintah mengatur penghitungan PPh 21 yang dipotong dari penghasilan pegawai tetap dengan menggunakan tarif bulanan golongan A, B, dan C. Grup A diperuntukkan bagi para lajang. status kena pajak. (PTKP) tanpa tanggungan (TK/0), lajang dengan 1 tanggungan (TK/1) dan menikah tanpa tanggungan (K/0).

Tipe B berlaku bagi masyarakat yang berstatus PTKP, lajang dengan 2 tanggungan (TK/2), lajang dengan 3 tanggungan (TK/3), menikah dengan 1 tanggungan (K/1) dan menikah dengan 2 tanggungan (K/2). ) Sedangkan tipe C diperuntukkan bagi masyarakat yang berstatus perkawinan PTKP dan 3 orang tanggungan (K/3).

Kedua dokumen tersebut adalah alat penghitungan PPh Pasal 21 (kalkulator pajak) yang dapat diakses melalui website jasa.go.id mulai pertengahan Januari 2024 dan terbitnya panduan penghitungan PPh 21 yang tersedia selanjutnya. link: jasa.go.id/id/sinopsis-ringkas-dan-download-buku-cermat-pemotongan-pph-artikel-2126.

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

Jika dilihat dari buku yang benar pasal 21/26 Pemotongan Pajak terbitan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, disebutkan bahwa tidak ada pajak baru atau pungutan baru yang ditambahkan pada pembayaran PPh bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan TER. sistem. . . Sistem akuntansi hanyalah ringkasan langkah-langkah akuntansi yang disusun berdasarkan tingkat efisiensi.

Metode Perhitungan Pph 21 Gaji Mingguan

Pada metode baru ini, rumus penghitungan PPh Pasal 21 setiap bulan pada bulan Januari sampai dengan November hanyalah jumlah pendapatan bulanan dikalikan tarif efektif bulanan yang besarnya ditentukan berdasarkan jumlah pendapatan, status perkawinan, dan jumlah. bergantung pada mereka. .

Baru pada bulan Desember atau masa pajak terakhir formulanya kembali normal seperti sedia kala. Perhitungan bakunya atau selain metode TER adalah jumlah pendapatan tahunan tidak termasuk biaya kantor/pensiun, iuran pensiun, zakat atau iuran wajib keagamaan yang dibayarkan oleh pemberi kerja, untuk menentukan besarnya saldo pajak sepanjang tahun.

Kemudian dikurangkan dari penghasilan tidak kena pajak untuk mendapatkan total penghasilan kena pajak pada tahun tersebut. Penghasilan kena pajak baru dikalikan dengan tarif pada pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan untuk mendapatkan besarnya PPh yang terutang selama satu tahun. Dan setelah itu dikurangi total PPH yang dihemat dari bulan Januari ke November sehingga didapat 21 PPH yang dapat dihemat di bulan Desember.

Agar para pekerja tidak bingung, simak di bawah ini simulasi TER Ph 21 dengan gaji Rp 15,5 juta per bulan:

Menghitung Pph Pasal 21

Pegawai tetap dengan kewajiban perpajakan yang sudah ada sejak awal tahun takwim, namun mulai bekerja pada pertengahan tahun dengan gaji Rp 15,5 juta. Berikut simulasinya:

Tn. B mulai bekerja di PT Y pada tanggal 1 September 2024. Bpk. B masih lajang dan tidak mempunyai tanggungan. Tn. B menerima atau memperoleh gaji sebesar Rp15.500.000 per bulan dan membayar iuran pensiun melalui PT Y sebesar Rp100.000 per bulan.

Berdasarkan penghasilan kena pajak Tn. B (TK/0), sebesar Pph Pasal 21 dipotong dari penghasilan atau penghasilan Tuan. B dihitung berdasarkan tarif efektif bulanan unit A. Pasal 21 Penghitungan penghasilan kena pajak dari penghasilan yang diperoleh atau diterima Tuan. B pada tahun 2024 sebagai berikut.

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

Selama 3 bulan bekerja di perusahaan tersebut pada bulan September hingga November, total PPh Pasal 21 yang dibayarkan Tuan B adalah Rp 1.085.000 per bulan atau Rp 3.255.000 selama tiga bulan.

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (ptkp) Otomatis

1. Tambahan pemotongan PPh pasal 21 dikembalikan oleh PT Y kepada Tuan. B dan memberikan bukti pemotongan pajak PPh Pasal 21 Masa Pajak Terakhir, sebelum akhir bulan Terakhir berikutnya. Musim pajak, maksudnya. akhir Januari 2025.

2. Tuan. B wajib melaporkan penghasilan yang diterima atau diterima dari PT Y dalam SPT pajak penghasilan tahun 2024.

3. Angka 21 PPh yang dipotong PT Y pada masa pajak September sampai dengan Desember 2024 sebesar Rp 280.000,- merupakan kredit pajak dalam SPT tahun pajak penghasilan tahun pajak 2024. Apabila pegawai tetap mendapat manfaat dari jasa produksi, tantiem, upah, tunjangan, upah, tunjangan hari raya dan penghasilan sejenis lainnya yang tidak terjadwal dan biasanya dibayarkan setahun sekali, maka pajak penghasilan Pasal 21 dihitung dan diambil sebagai berikut:

1). Joko Qurnain (lajang) bekerja di PT Qolbu Jaya dengan penghasilan Rp 2.000,00 per bulan. Pada tahun yang bersangkutan, Joko mendapat THR sebesar Rp5.000,00. Setiap bulan, Joko membayar iuran pensiun kepada Dana Pensiun yang disetujui Menteri Keuangan sebesar Rp60,00.

Ini Tarif Dan Cara Menghitung Pph Badan, Mudah!

2). Karyawan Ken Prameswari (lajang) bekerja di PT Prabu Kedaton dan memperoleh penghasilan Rp 2.750,00 per bulan. Perusahaan berpartisipasi dalam program perlindungan sosial. Premi asuransi kecelakaan kerja, premi asuransi kematian, dan iuran jaminan hari tua dibayarkan setiap bulan oleh pemberi kerja masing-masing sebesar 1,00%, 0,30% dan 3,70% dari gaji. Permaisuri membayar iuran pensiun sebesar Rp50,00 dan iuran jaminan hari tua sebesar 2,00% dari gaji per bulan. Tahun ini ia juga mendapat THR sebesar Rp 4.000,

Contoh 1. Ibnu Zabila adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan PT Abadi dan memperoleh gaji bulanan sebesar Rp. Ibnu Zabila sudah menikah namun belum mempunyai anak. Ia juga memiliki NPWP. (jika Anda tidak memiliki NPWP akan dikenakan biaya 20% lebih tinggi dari tarif normal)

Kakak A, menikah, mempunyai 3 orang anak (K/3) dan memiliki toko pada tahun 2008 dan 2009, dengan gaji yang sama sebesar Rp. 1.000.000. SATU!

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

Menjadi Rp. 25.000……. Pajak 5% > Rp. 25 juta – Rp. 50 juta pajak 10% > Rp. 50 juta – Rp. 100 juta pajak 15% > Rp. 100 juta – Rp. 200 juta pajak 25% > Rp. 200 juta dst…………. 35%

Djp Beberkan Dampak Tarif Efektif Pph 21 Ke Karyawan

Dalam Rp. 50.000,00 Pajak 5% > Rp. 50 juta – Rp. 250 juta pajak 15% > Rp. 250 juta – Rp. 500 juta pajak 25% > Rp. 500 juta dst…. ……. 30%

Kepada wajib pajak itu sendiri. 13.200, wajib pajak berstatus menikah mendapat tambahan Rp 1.000. 1.200, untuk 3 tanggungan menjadi Rp. 1.200,

PTKP untuk setiap wajib pajak Rp. 1.000.000 15.840, status menikah mendapat tambahan Rp. 1.320, tanggungan keluarga Maksimal 3 orang @ Rp. 1.320,

WP Otomatis Rp. 13.200, Menikah.. Rp. 1.200, Tanggungan anak dalam keluarga 3 3 X Rp. 1.200,00 Rp. 3.600,

Perhitungan Pph 21 Terbaru Dengan Ptkp 2021

(5) Pajak Penghasilan yang terhutang cfm 2008 : sampai dengan Rp. 1.000.000. 25 juta X 5% = Rp. 1.250, ØRp. 25 juta – Rp. 50 juta (Rp 25 juta) 50 juta – Rp. 100 juta (Rp. 50 juta) 7.500, ØRp. 100 juta – Rp. 200 juta (Rp. 100 juta) 25.000, ØRp. 200 juta dll. (Rp 382 juta) 169.950,

(1) Laba bersih Rp. 600.000, (2) PTKP (K/3) Auto-WP Rp. 15.840, Pernikahan Rp. 1.320, Tanggungan Anak 3 Orang 3 X Rp. 1.320 00: Rp. 3.960,

(4) Penghasilan Kena Pajak Rp. 578.880, (5) Pajak Penghasilan yang terutang cm 2009 Pajak : Ø s/d Rp. 50 juta X 5% = Rp. 2.500, ØRp. 50 juta – Rp. 250 juta X 15% = Rp. 30.000, ØRp. 250 juta – Rp. 500 juta X 25% = Rp. 62.500, ØRp. 500 juta dll. 78.880,00

Cara Menghitung Pph Pasal 21 Terutang Setahun

(2) Total pendapatan tahun ke-12 per bulan Ø 5% XRp. 72.000,00 = Rp. 3.600, maksimal Ø Rp. 6.000,00 = Rp. 3.600, (4) Iuran pensiun kecil : = Nihil. (5) Pendapatan kotor Rp. 68.400, (6) PTKP dikurangi (K/3) Daerah Wajib Pajak : Rp. 15.840, status perkawinan : Rp. 15.840. 1.320, yang didukung Kel. Maks. 3 orang 3

Cara Menghitung Pph 21 Thr Dan Contoh Perhitungannya, Ter

(Pajak PPh Pasal 21 CFm yang terutang setiap tahun : s/d Rp.25.000,00 X 5% = Rp.1.250, > Rp.25 juta

Menghitung pph 21 terutang, cara menghitung pph pasal 25, pph pasal 21 setahun, cara hitung pph pasal 21, cara menghitung pph pasal 21, cara menghitung pph 21 terutang setahun, menghitung pph terutang, menghitung pph terutang pasal 21, cara menghitung pph 21, menghitung pph pasal 21, cara menghitung pph pasal 21 terutang, pph pasal 21 terutang

Leave a Comment